Weekend...
Satu kata sederhana yang tercantum dikepala banyak orang sebagai satu kata yang menyenangkan. Satu kata yang menggambarkan 2 hari dipenghujung minggu, dimana kaum pekerja bisa sejenak melupakan pekerjaannya untuk bercengkrama bersama keluarga tercinta, dimana para pelajar bisa sekejap bersantai dan memenuhi mal-mal dengan gelak tawa mereka, dimana para kekasih bisa membuat janji untuk bercinta.
Dan weekend... saat dimana aku hampir selalu terjebak didalam taksi, ditengah-tengah kemacetan dan berkutat dengan sejuta andai dikepalaku. Sama seperti minggu yang lalu.... minggu sebelumnya.... atau 3 tahun yang lalu... tak pernah ada rencana yang kutuliskan dalam agendaku. Awalnya aku masih berusaha keras untuk menyibukkan diri di akhir minggu (ya setidaknya status yang kutulis dijejaring sosial akan terlihat "sibuk" dan menyenangkan) tapi setelah 52 minggu berselang, aku memutuskan untuk berhenti mencoba. Apapun yang terjadi diakhir minggu, itulah yang akan aku nikmati.
Satu kata sederhana yang tercantum dikepala banyak orang sebagai satu kata yang menyenangkan. Satu kata yang menggambarkan 2 hari dipenghujung minggu, dimana kaum pekerja bisa sejenak melupakan pekerjaannya untuk bercengkrama bersama keluarga tercinta, dimana para pelajar bisa sekejap bersantai dan memenuhi mal-mal dengan gelak tawa mereka, dimana para kekasih bisa membuat janji untuk bercinta.
Dan weekend... saat dimana aku hampir selalu terjebak didalam taksi, ditengah-tengah kemacetan dan berkutat dengan sejuta andai dikepalaku. Sama seperti minggu yang lalu.... minggu sebelumnya.... atau 3 tahun yang lalu... tak pernah ada rencana yang kutuliskan dalam agendaku. Awalnya aku masih berusaha keras untuk menyibukkan diri di akhir minggu (ya setidaknya status yang kutulis dijejaring sosial akan terlihat "sibuk" dan menyenangkan) tapi setelah 52 minggu berselang, aku memutuskan untuk berhenti mencoba. Apapun yang terjadi diakhir minggu, itulah yang akan aku nikmati.