Cookies consent

Sunday, October 6, 2013

AIR MATA

Dan tak ada lagi satupun kata-kata yang bisa mewakili rasa ini.

Tak ada lagi yang mampu menggambarkan luka yang tercipta malam ini.

Hanya air mata... yang juga tak sanggup menghapus namamu dari hatiku.

Hanya air mata... yang terlalu sering mengunjungi rinduku.

Hanya air mata... saat memelukmu berarti harus kehilanganmu.

Sunday, September 8, 2013

Yakin

Untuk sebagian orang, mudah sekali menentukan kemana arah dia akan melangkah - ya... karena dia tau pasti apa yang dia inginkan. Tapi sebagian besar orang, kesulitan mencari arah yang pasti karena tak pernah benar-benar yakin tentang apa yang menjadi mimpinya, bahkan mungkin kesulitan untuk menemukan 1 kata yang tepat hanya untuk menggambarkan isi hatinya.

Dan hidup terus berjalan - berlalu - dengan atau tanpa tujuan. Tanpa ada seorangpun yang mampu membuatnya sekedar berhenti sejenak - beristirahat dan melepas lelah - waktu terus berdetik dan jaman semakin berubah.

Tuesday, September 3, 2013

Salah

Katanya, selalu ada hikmah yang bisa diambil dari setiap kesalahan. Entah kesalahan orang lain dan apalagi kesalahan diri sendiri. Lalu apakah namanya saat kita melakukan 1 kesalahan, terjatuh dan sakit, belajar dan mengerti tapi kembali melakukan kesalahan yang sama (lagi)?

BODOH!!!

Mungkin hanya 1 kata itu yang bisa mewakilinya.... Dan lantas seribu kata pembenaran terlontar - semacam denial - hanya untuk mengingkari bahwa itu bukanlah sebuah kebodohan tapi hanya mengikuti kata hati yang katanya tak pernah salah.

INGAT!! TAK PERNAH SALAH....

Lalu jika kata hati tak pernah salah, mengapa ada rasa sakit yang teramat sangat saat pada akhirnya kenyataan tak sesuai dengan keyakinan yang pernah sang hati katakan? Lalu kita terjerembab... terpuruk dan meringkuk... Bahkan air mata tak sanggup menjawab banyak pertanyaan...

Dan aku...
Begitu sulit melepaskan diri dari kesalahan yang sama, saat bahkan sang hati berteriak bahwa ini adalah sebuah kesalahan. Kesalahan besar lainnya.... Dan seperti magnet besar yang menarikku hanya ke satu arah... tak mampu lagi aku berpaling... kubiarkan diriku tertatih, terseret dan ringkih. Tak ada lagi harmonisasi antara logika dan skeptisme.

Bukan... bukan dia yang menyakiti, juga bukan orang lain... tak ada seorangpun yang menyakiti. Tapi harapan yang terlalu tinggi lah yang menyebarkan rasa perih yang secara konstan menorehkan luka yang baru.

Dan aku...
Tak bisa berpaling dari senyumnya, senyum yang tak akan pernah untukku...


Saturday, August 24, 2013

Janji (Tak pernah terucap)

Ada senyum yang terkembang
Saat kuluapkan rasa
Melalui kata demi kata
Walau tak yakin bila itu bermakna

Ku hanya tahu,
Kau ada dihatiku
Ku hanya ingin kau tahu
Kata-kata itu bukan semu

Dan hari ini...
Tak ada janji yang terucap
Dan tak akan pernah ada

Karena ada 1 rasa
Yang tak terwakilkan oleh kata

*22/08*

Monday, July 29, 2013

Lelaki dalam kotak Kaca

Weekend...
Satu kata sederhana yang tercantum dikepala banyak orang sebagai satu kata yang menyenangkan. Satu kata yang menggambarkan 2 hari dipenghujung minggu, dimana kaum pekerja bisa sejenak melupakan pekerjaannya untuk bercengkrama bersama keluarga tercinta, dimana para pelajar bisa sekejap bersantai dan memenuhi mal-mal dengan gelak tawa mereka, dimana para kekasih bisa membuat janji untuk bercinta.

Dan weekend... saat dimana aku hampir selalu terjebak didalam taksi, ditengah-tengah kemacetan dan berkutat dengan sejuta andai dikepalaku. Sama seperti minggu yang lalu.... minggu sebelumnya.... atau 3 tahun yang lalu... tak pernah ada rencana yang kutuliskan dalam agendaku. Awalnya aku masih berusaha keras untuk menyibukkan diri di akhir minggu (ya setidaknya status yang kutulis dijejaring sosial akan terlihat "sibuk" dan menyenangkan) tapi setelah 52 minggu berselang, aku memutuskan untuk berhenti mencoba. Apapun yang terjadi diakhir minggu, itulah yang akan aku nikmati.

Friday, July 26, 2013

Spider on my arm

Jakarta dengan segala gegap gempitanya, bahkan saat jam dipergelangan tanganku sudah menunjukkan saat yang tepat bagi para penjaja cinta disepanjang jalan Hayam Wuruk, untuk mulai beranjak pulang. Kota ini seolah tak pernah punya niat untuk sejenak beristirahat dari segala macam konflik, transaksi dan affairs yang seringkali membumbui banyak pertemanan dan menggoyahkan persahabatan.

Tapi di kota ini juga, jutaan cinta tumbuh berkembang bak bunga-bunga liar yang bermekaran diantara padang ilalang. Ada yang kemudian menemukan cinta sejati, ada juga yang jatuh bangun mencari cintanya yang tak kunjung datang dan ada yang memilih untuk menutup catatan hidupnya hanya karena sang cinta tak pernah berniat menghampirinya. Dan aku? Aku memilih diam... Bukan lelah, hanya tak ingin menghabiskan energi untuk sesuatu yang.... absurd? Hmmmm... mungkin absurd bukanlah kata yang tepat. Mungkin aku adalah pejuang pasif, aku tidak akan berjuang untuk memiliki tapi apa yang sudah aku miliki pasti akan aku perjuangkan.

Dan inilah aku... perempuan dengan berderet kegiatan yang seolah tak henti menuntut perhatian, berteman dengan SEKIAN banyak jenis manusia yang beramai-ramai memadati buku teleponku, yang katanya punya penampilan yang cukup untuk membuat lelaki melirik dan yang katanya lagi mempunyai banyak kelebihan yang mungkin tak dimiliki oleh perempuan lain. Bangga? 

Tuesday, April 16, 2013

Friend is A 4 Letter Words

"The only way to have a friend is to be one."
                                 (Ralph Waldo Emerson)



Seringkali kita menuntut orang-orang disekitar kita untuk mengerti keadaan kita, keluarga lah... atasan lah... bawahan lah... ato pasangan.... dan yang paling sering (ga kita sadarin): TEMAN.
Merasa jadi orang paling bermasalah didunia n lupa klo orang lain pun hidup dengan masalahnya masing-masing. Kata-kata "Lo ga ngerti G" ato "Klo lo emank temen G...." jadi hal yang biasa demi ekstra perhatian dan ekstra "pengertian". Tapi, seberapa sering kita ngucapin "G ngerti koq, G pasti ada buat lo..." ato "G kan temen lo, apa yang bisa G bantu?"


Yang paling miris mungkin saat kita bermasalah tapi ga nyadar diri... yang kita lakuin cuma bersikap n berulah menyebalkan buat semua orang. Kita ngerasa sebagai orang paling tegar sejagat seraya, tapi tingkah laku ngelebih-lebihin preman jalanan. Alih-alih mendekatkan diri sebagai teman, orang-orang malah ambil langkah seribu... ga betah berlama-lama deketan.
Buat nge test apakah kita termasuk temen yang cukup layak buat disayang, coba hitung: seberapa banyak orang dalam sehari, yang dateng ato telepon, ato email ato hubungin kita, yang itu bukan karena urusan kerjaan, bukan sales, bukan spam, bukan iklan.... dan bukan salah sambung? :D