Katanya, selalu ada hikmah yang bisa diambil dari setiap kesalahan. Entah kesalahan orang lain dan apalagi kesalahan diri sendiri. Lalu apakah namanya saat kita melakukan 1 kesalahan, terjatuh dan sakit, belajar dan mengerti tapi kembali melakukan kesalahan yang sama (lagi)?
BODOH!!!
Mungkin hanya 1 kata itu yang bisa mewakilinya.... Dan lantas seribu kata pembenaran terlontar - semacam denial - hanya untuk mengingkari bahwa itu bukanlah sebuah kebodohan tapi hanya mengikuti kata hati yang katanya tak pernah salah.
INGAT!! TAK PERNAH SALAH....
Lalu jika kata hati tak pernah salah, mengapa ada rasa sakit yang teramat sangat saat pada akhirnya kenyataan tak sesuai dengan keyakinan yang pernah sang hati katakan? Lalu kita terjerembab... terpuruk dan meringkuk... Bahkan air mata tak sanggup menjawab banyak pertanyaan...
Dan aku...
Begitu sulit melepaskan diri dari kesalahan yang sama, saat bahkan sang hati berteriak bahwa ini adalah sebuah kesalahan. Kesalahan besar lainnya.... Dan seperti magnet besar yang menarikku hanya ke satu arah... tak mampu lagi aku berpaling... kubiarkan diriku tertatih, terseret dan ringkih. Tak ada lagi harmonisasi antara logika dan skeptisme.
Bukan... bukan dia yang menyakiti, juga bukan orang lain... tak ada seorangpun yang menyakiti. Tapi harapan yang terlalu tinggi lah yang menyebarkan rasa perih yang secara konstan menorehkan luka yang baru.
Dan aku...
Tak bisa berpaling dari senyumnya, senyum yang tak akan pernah untukku...