Cookies consent

Thursday, July 5, 2012

Antara Nana, Motivasi dan Motivator

2 tahun yang lalu, G ga pernah kenal seorangpun yang berprofesi sebagai motivator... or provocateur. Ga pernah tau, ga pernah mau tau n ga pernah peduli. Kenapa? Karena buat G, motivator terbesar hidup G adalah G sendiri.... n CINTA tentunya.... G merasa cuma diri G sendiri yang bisa menggerakan otak dan fisik G buat melakukan sesuatu, cuma diri G ndiri yang bisa "memaksa" otak dan fisik G buat bergerak.... dan seringkali alasan terkuat buat G untuk melakukan yang terbaik yang G mampu adalah cinta... oh...yes... karena cinta, seringkali G mampu melakukan banyak hal yang sebelumnya G pikir ga mampu G lakukan.

Sampai kemudian G dipertemukan dengan seseorang yang juga ga pernah G kenal sebelumnya, seseorang yang kalau aja muncul hanya karena reputasinya sebagai motivator yang mulai naik naik daun, kemungkinan besar ga akan pernah menarik perhatian G. Tapi saat itu, alasan terkuat G mengenal dia bukan karena statusnya sebagai pengusaha muda sukses dan sangat bukan karena reputasinya sebagai seorang provocateur *well...at least there are some people out there who claimed that he is a provocateur.....or motivator...*, alasan G hanya karena rasa penasaran setelah beberapa orang sahabat menyebutkan namanya dengan sinar mata penuh kekaguman karena keberhasilannya membangun sebuah usaha "kecil" menjadi sesuatu yang cukup besar untuk jadi bahan perbincangan, yang lebih "fantastis" adalah karena sang manusia istimewa ini adalah seseorang yang mengenyam pendidikan disekolah yang sama dengan G *geee...i wonder why i never know him before... ;)...*

Beberapa saat setelah perkenalan itu, mendadak hidup G, kepala G dipenuhi dengan jajaran nama para motivator dan *konon* pengusaha sukses, selain 1 orang yang G kenal itu tentunya. Yaaaaa... banyak kisah yang G dengarkan tentang segala bentuk keberhasilan yang sudah  mereka lakukan, kisah keberhasilan yang ga hanya menghasilkan gemerincing uang recehan... more than that, keberhasilan mereka merangkai 9 angka 0 dibelakang titik, menjadi magnet yang teramat kuat bagi sebagian orang untuk mendekatkan diri pada mereka hanya supaya mereka bisa mendapat kekuatan untuk mengangkat keberanian mereka sampai titik teratas. Dan tak jarang, demi mendapat serangkaian kata penyemangat, orang-orang ini rela merogoh dompet cukup dalam untuk mengikuti berbagai seminar, workshop dan training yang diselenggarakan.

Tapi ternyata itu masih belum cukup buat G untuk ikut aliran "motivatorism", jujur.... sampai detik ini, ga satupun motivator yang mampu menggerakan diri G. Entah karena ego G terlalu tinggi hingga G sulit menerima masukan dari orang lain, entah karena G terlalu bodoh untuk bisa menangkap setiap maksud yang disampaikan oleh para motivator itu atau mungkin hanya karena G, secara pribadi, kebetulan punya akses berlebih untuk melihat sisi "kemanusian" dibalik sosok-sosok super hero yang ditampilkan didepan khalayak.

Bukan berarti G menganggap mereka tidak penting ataupun mengecilkan arti mereka, pada kenyataannya, mereka adalah orang-orang hebat yang sudah berhasil menempatkan diri mereka dalam tingkat yang lebih lebih tinggi dibanding orang-orang yang lain. Mereka punya keberanian yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan rata-rata kebanyakan orang.... dengan G... Dan sungguh... bukan hal yang mudah untuk sampai ditempat mereka seperti sekarang ini, yang mungkin bukan hanya bermodalkan materi yang cukup besar tapi juga bermodalkan kekuatan mental.

Sayangnya, yang melekat dikepala G adalah hal-hal yang mungkin buat sebagian orang adalah sesuatu yang negatif, pesimis, ga percaya diri, ga punya ambisi untuk maju dan skeptis.... Somehow, para motivator dan provocateur ini, berusaha meyakinkan kita bahwa kita punya kemampuan yang cukup besar untuk maju, untuk menjadi seorang enterpreneur, to have a financial freedom. Berusaha membakar semangat dan membangkitkan keberanian kita untuk mulai membangun sebuah bisnis dan mulai menyusun angka 0 demi angka 0 dibelakang titik. 1 pertanyaan G: kalau semua orang adalah pelaku bisnis, produsen, penyedia layanan, lalu siapa yang akan bertindak sebagai pengguna... pelanggan?

Well... for me... not everybody born as a leader and maybe some of us created just to be a follower. Apa jadinya dunia kalau semua orang adalah pemimpin? Lantas siapa yang akan jadi pelaksana? Sebagian orang diberi bakat sebagai pemikir... seseorang yang bertugas membuat konsep, rencana dan rancangan, sementara sebagian orang lain memiliki kelebihan sebagai pelaksana. Yang kalau kita gambarkan menjadi sebuah lingkaran, itulah hidup... dengan kerjasama antara pemimpin dan bawahan itulah maka akan tercipta sebuah kegiatan yang mengarah pada kesejahteraan hidup.... kepuasan mental dan tentu saja uang.

Lalu dimana G memposisikan diri G ndiri? 

Perlu waktu seumur hidup G untuk menghasilkan 1 kesimpulan dikepala G, G menempatkan diri G diantara "pimpinan" dan "bawahan". G melihat diri G sebagai "connector", bertindak sebagai perantara dan penghubung. Dengan begitu, G ga perlu bertindak sebagai pemimpin *bagaimanapun ini adalah sesuatu yang sudah G sadari sejak lama: G ga terlahir sebagai pemimpin....apalagi motivator :D* dan G juga tetep bisa jadi diri G ndiri, melakukan hal-hal yang bisa bikin G enjoy tanpa harus selalu mengikuti prinsip-prinsip idealis dari seorang pimpinan dan ga harus bertindak sebagai follower. Pendeknya G memposisikan diri G di tempat yang cukup fleksibel. Terdengar egois, plinplan, kutu loncat dan ga bisa dipercaya? Ahahahahah.... mungkin. Gimanapun juga, sebuah hubungan *apapun bentuknya* harusnya adalah hubungan simbiosis mutualisme bukan? Dimana kita bisa saling menguntungkan, saling mendukung, saling belajar dan kemudian bersama-sama meraih kesuksesan.... meskipun nilai sebuah kesuksesan bagi masing-masing orang akan berbeda. Tapi buat G, sukses itu bukan hanya sukses dalam membebaskan diri G dari masalah finansial, buat G kesuksesan terbesar itu adalah menjadi diri G yang sebaik-baiknya.... kerennya: to be a better me. Dan klo kita sudah "menemukan" jalan kearah sana, dimanapun kita menempatkan diri, kita akan selalu bisa beradaptasi.

1 kalimat yang G setuju dari  ribuan kalimat yang disampaikan para motivator ini, bahwa setiap orang punya kemampuan yang tidak terbatas, bila saja orang tersebut punya cukup keberanian untuk membebaskan dirinya dalam berkarya. Yup.... jangan sampe kita kepentok sama 1 batasan... G menganggap G ga akan pernah mencapai titik terbaik dari diri G, ga akan bilang this is the best of me... karena pada saat G sampai pada 1 titik *terlepas dari bahwa titik itu adalah titik naik ataupun titik jatuh... or something :D*, G masih bisa terus mencoba dan berusaha untuk menjadi G yang lebih baik. Dan itu ga ada batasannya... ga terbatas usia dan juga ga terbatas waktu....yang perlu G lakukan adalah "mengenali" diri G ndiri sampai G akhirnya mengerti apa yang sebenarnya ingin G capai dan hal-hal apa aja yang mampu G lakukan. Toh, sehebat apapun seorang motivator, dia tetap adalah orang lain yang belum tentu mengenal diri G sebaik G ndiri... ato nyokap G :D

Merdeka dari masalah finansial tentu akan sangat menyenangkan, bukan berarti akan menjamin kebahagiaan kita tapi setidaknya kenyamanan kita akan terjamin. Dengan uang, banyak hal yang "ga mungkin" jadi mungkin kita lakukan. Mulai dari terpenuhinya selera sandang, pangan dan papan sampai ke mempercantik diri, bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Bahkan dengan uang, seseorang bisa dengan mudah memanjat naik ditangga sosial. Pertanyaannya, apakah financial freedom itu juga dibarengi dengan kesiapan mental dan perbaikan diri? Atau haruskah kita selalu mengandalkan "topeng"?

Sekali lagi, G sama sekali ga bermaksud men-judge para motivator itu "ga penting", banyak hal yang bisa dipelajari dari mereka. Dan G merasa klo G termasuk orang yang berusaha untuk  membuka diri G dalam hal belajar, dari siapapun itu dan tentang apapun itu. Bahkan mungkin G harus belajar cara untuk "jatuh" dengan indah hehehehehhe.... dan G rasa, menjadikan mereka sebagai contoh dengan menjadikan mereka sebagai motivator adalah hal yang berbeda.... meskipun mungkin dengan keterkaitan yang cukup kuat. Tapi tetap, buat G motivator terbesar adalah diri G ndiri n lagi.... CINTA. Jatuh cintalah.... pada siapapun.... or apapun....and you'll find you're self do something incredible. Dan sama siapa or sama apa kita jatuh cinta, akan turut menentukan if that something is incredible right.... or wrong....

Salam dahsyat!!! :D


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.