Cookies consent

Thursday, May 24, 2012

Too much ego will make you BEGO

Sempat sedikit bercanda dengan seorang teman tentang kalimat "BERJUANG UNTUK HIDUP"... yang berakhir dengan perbedaan pendapat meskipun G rasa yang dimkasud adalah hal yang itu-itu juga. Well, buat G, seharusnya kalimat itu adalah "berjuang untuk TETAP hidup" karena gimanapun juga, Tuhan YME sudah memberkahi kita dengan hidup sejak pertama kali kita terbentuk.

So, skali lagi... buat G... yang tepat adalah "berjuang untuk TETAP hidup" dan tetap hidup dengan sgala permasalahan yang mesti kita hadapin, emank perjuangan banget... untuk tetap hidup in prosperity berarti perjuangan yang lebih besar dan berat.

Menjalani hidup mungkin bukan sekedar pemecahan masalah seputar mencari makan dan tempat tinggal, meskipun buat banyak orang, pengadaan sandang, pangan dan papan itu adalah sebuah permasalahan besar dan mendasar. Coba.... jangankan buat mikirin yang lain-lainya, kalau untuk makan hari inipun belum ada tanda-tanda pencerahan. Dan kemudian pada saat kebutuhan sandang, pangan dan papan itu sudah terpenuhi, maka akan muncul permasalahan yang baru dengan level yang lebih tinggi, sesuatu yang sebelumnya bukan masalah, sekarang menjadi masalah besar.

Permasalahan yang timbul dan naik kelas sesuai dengan status sosial yang disandang.... atau timbul karena keinginan untuk MENINGKATKAN level status sosial.... demi sebuah GENGSI.... Prinsip-prinsip yang sebelumnya dipeluk eratpun perlahan tapi pasti mulai ditinggalkan. Permasalahan berubah, dari yang semula "besok makan apa?" jadi "besok pakai apa?"

Tanpa kita sadari, kita berubah.... Tapi sang ego seringkali menuntun kita untuk berpegang pada satu perasaan bahwa orang-orang disekitar kitalah yang berubah, perasaan kita jadi over sensitif dan kadar ego pun meningkat drastis. Rasa bahwa kita ditinggalkan oleh orang-orang yang sebelumnya menyayangi kita, jadi satu-satunya rasa yang melekat dihati. Padahal mungkin, mereka bukannya pergi.... mereka hanya menunggu... menunggu saat kita kembali membalikan badan, tersenyum dan berkata "guys... i miss you all so very much. maafin G ya..."

G ga bilang kalau semua perubahan itu jelek... Berubah untuk kebaikan sudah pasti akan jadi tiket buat memperlancar perjalanan dalam mempertahankan hidup. Dan juga bukan sebuah kesalahan kalau demi sebuah ambisi meningkatkan taraf hidup, kita jadi terlalu banyak melibatkan ego yang kita samarkan dengan yang namanya PRINSIP, SUDUT PANDANG dan KEYAKINAN, asalkan masih dalam porsi yang seimbang. At least, 1 hal yang pasti... kita ga hidup sendirian dan untuk mendapatkan status sosial yang diinginkan, maka berSOSIALISASIlah....

Ingat... kita bisa jadi besar karena ada yang kecil, kita bisa dibilang tinggi karena ada yang disebut rendah. Semuanya bertumbuh sesuai proses yang dijalaninya. Dan sekali lagi... buat G.... menurunkan kadar ego dibatas nilai rata-rata sangat penting buat ngejaga habitat cinta.... 1 hal yang sering terlalu mudah dilupakan saat kita terlalu menyibukkan diri untuk meraih mimpi, padahal (buat G) cinta adalah faktor penting yang membuat kita tetap seimbang.

Sekian :D


No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.