Pagi2 bangun dengan muka yang nyaingin kuntilanak yang ga punya kuburan....perut kaku kayak papan *meskipun sumpah mati G sangat berharap klo perut G bisa rata kayak papan penggilesan* dan disempurnakan ma mood yang nyangkut digaris beberapa angka dibawah 0.
Duduk dihalaman belakang rumah orang, dengan secangkir kopi panas, tanpa mandi...*backsound "Like A Star ~ Corinne Bailey Rae"* nyoba buat nyari tau apa yang bikin G bangun dengan keadaan menyedihkan kayak gitu.
Smua orang pernah ngerasain MENCINTAI *meskipun mungkin hanya beberapa orang aja yang ngrasa pernah bener2 DICINTAI*, terlepas dari benar ato salahnya rasa itu. Tapi opini G adalah ga pernah ada yang namanya BENAR ato SALAH saat itu nyenggol satu hal yang sering disebut CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE *little? think about it twice*. Yang paling tepat mungkin adalah rasa BERSALAH saat lo mencintai seseorang yang ga tepat, seseorang yang mungkin ga seharusnya, seseorang yang seharusnya ga lo cintai.
Dan mungkin itulah yang G rasain semalem, yang lantas bikin G terbangun dengan rasa yang mirip cucian kotor yang direndem 3 hari 3 malem....
*NP: "I Won't Let You Let You Lie To Your Self ~ Corinne Bailey Rae*
Ga ada 1 orang pun yang tau, kapan lo akan jatuh cinta....n kapan lo akan membenci seseorang...G yakin, smua orang akan berharap klo hatinya cuma dipenuhi cinta dan ga menyisakan tempat buat yang namanya KEBENCIAN. Tapi cuma sedikit orang (hebat) yang bisa mengontrol hatinya supaya kebencian ga pernah singgah disana. Dan G cuma 1 dari sekian juta orang yang cuma bisa berusaha (keras) supaya (paling ga) kebencian yang mampir cuma bernilai 0 koma sekian persen aja.
Dan mungkinkah lo berdiri diantara 2 rasa itu dalam waktu yang bersamaan? SANGAT MUNGKIN!!! G berdiri disana hari ini... dan hari ini G tertampar dengan kenyataan klo batas antara CINTA n BENCI itu sangat....sangat tipis...bahkan nyaris ga terlihat.
Ternyata terlalu mencintai seseorang cuma akan mempercepat tumbuhnya kebencian yang juga terlalu karena saat rasa cinta itu terpupuk dan tumbuh subur dihati lo akan dibarengi dengan pengharapan yang juga akan berbuah semakin lebat.
Meskipun sebenarnya mungkin bukan orang yang lo cintai yang bermaksud buat nyakitin lo, buat nyakitin G. Tapi lebih kepada ga terpenuhinya pengharapan dihati lo lah yang bikin lo kecewa dan lantas berkembang jadi sakit hati lalu bermetamorposis jadi kebencian.
G bisa bilang klo G adalah orang yang (cukup) tegar.... tapi G juga cuma manusia biasa *klasik? i know...* seringkali memanage apa yang harus dan akan G rasakan adalah diluar kemampuan G.
*Perumpamaan*
Lo bangun sebuah rumah yang cantik, dengan pondasi yang juga kuat dan suatu hari alam murka, badai dan gempa melanda....1 x, dinding rumah yang lo bangun dengan indahpun retak, lo sama sekali ga berkuasa buat mencegah supaya hal ini ga terjadi. Dan alam memank sedang ga ingin bersahabat, untuk ke 2 x nya dia meluapkan amarahnya...kaca jendela yang lo hiasi dengan berbagai grafik yang cantikpun pecah. 3x....4 x... 5x...(bahkan mungkin ga mencapai angka itu....) istana kebanggaan lo yang dibangun dengan segenap jiwa raga lo pun luluh lantak, rata dengan tanah....
Seandainya lo punya kemampuan untuk memperbaiki satu2nya tempat lo berteduh itu sedari awal, mungkin lo bisa memperkecil kemungkinan akan kehilangan tempat tinggal lo. Tapi semua yang lo punya da habis saat lo pertama kali membangun sarang indah lo itu dan lo da ga punya kesempatan lagi untuk skedar mencari cara alternatif agar lo bisa perbaiki rumah lo saat satu2nya kerusakan adalah dinding yang retak. Lo cuma bisa pasrah, berharap ga akan ada lagi bencana berikutnya....dan lo pun cuma bisa diam dan beku saat bencana itu disusul oleh yang lainnya....kehilangan ga bisa lagi lo hindari.
Gitu juga dengan hati lo...hati G....seringkali sebelum kta sempat memperbaiki rasa yang terlanjur retak, kecewa demi kecewa datang silih berganti, membuat lubang yang smakin lama makin dalam. Dan klo lo...G...biarkan hati lo terus menerus dilanda kecewa, kebencian lah yang akan menusuk dan membunuh cinta yang seharusnya hidup dalam keindahan hati lo .... ato hati G....
Hari ini G kecewa...entah untuk keberapa kalinya...entah karena memank G dikecewakan *dengan sengaja ato ga?!* oleh orang yang G cintai ato karena G melukai diri G ndiri dengan pengharapan yang G tumbuhkan d hati G.... yang jelas G kecewa...yang pasti G nyaris ga menemukan cara untuk menambal lubang2 yang bermunculan dihati G...sampai G tetiba merasa ingin ada dipelukan nyokap G...
G coba diam beberapa saat, mengosongkan kepala G...nenangin hati G...dan 1/2 hati G seolah tetiba dapet renovasi saat G telepon nyokap n bokap G, mohon ampun atas sgala khilaf dan salah G....kain yang sebelumnya sobek dan berlubang mulai dijahit ulang. Meskipun bukan dengan kain yang sama dan ga mungkin akan kembali utuh seperti semula tapi mungkin akan terlihat lebih indah dengan sedikit modifikasi.
Dan G tinggal deal dengan sebagian hati G yang lain, yang masi dipenuhi retak yang mulai menganga smakin lebar... Dia yang G cintai, juga sama kayak G....bukan mahluk maha sempurna, bukan manusia tanpa cacat, bukan lelaki tanpa khilaf...*uuuhhhmmmmm....terlalu didramatisir mungkin....*, adalah dia yang G pilih.
Adalah pilihan G ndiri yang bisa memperbaiki hati G, bukan dia....bukan siapapun...
G ga bisa mencegah hati G supaya G ga kecewa, sama sperti G ga bisa mencegah supaya G ga jatuh cinta. Dan cuma cinta yang bisa menambal lubang2 dihati G, bukan cintanya tapi cinta G padanya...*terlalu naif? YES!!!*
Tapi G adalah kontraktor sekaligus developer dari hati G ndiri....
Keindahan n keutuhan hati G adalah tanggung jawab G dan G (mencoba) ga menyalahkan siapapun atas apapun yang terjadi dihati G. G hanya mencoba....dan berusaha...
*dan bila pada akhirnya smua harus berakhir*
Buka hati lo....G coba buka hati G....bahwa ga ada yang sempurna....dan kehilangan adalah hal mutlak yang akan terjadi dalam hidup smua orang....
Bila datang dengan salam, pergilah dengan salam
Bila datang dengan senyum, pergilah dengan senyum
Bila datang dengan kebaikan, pergilah dengan kebaikan
Dan semuanya akan baik2 aja, klo kta bisa memperbaiki hati kta ndiri n yakin bahwa kta ga apa2....
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.