Berawal dari link yang dishare sama salah satu sobat seperjuangan G, G jadi sedikit termangu-mangu *bahasa yang susah*, kayaknya punya (maaf) payudara yang besar, bulat, kenyal, ran... #EH *cukup* da jadi obsesi 99,9% kaum hawa didunia..... termasuk G pastinya....
Tapi apakah buat mencapai "pembesaran" itu harus menghalalkan sgala cara? N kayaknya kaum adam pun cukup punya andil besar dalam memotivasi kaum hawa u/membuat dada mereka terlihat lebih menggelembung.
Hayo ngaku!!!
Buat ilustrasi aja,
Adam: "aku sayang kmu apa adanya kmu, De. Smua yang ada didiri kmu bikin ak jatuh cinta"
Hawa: *tersipu-sipu*
Adam: *nanar memandangi seorang perempuan berdada besar yang tiba-tiba lewat dengan mulut stengah menganga*
Hawa: *miris...scara dada dia sgitu-gitunya aja*
Dengan kondisi kayak gitu, akhirnya para perempuan ini jadi tergerak u/melakukan apa aja demi mendapatkan lingkar dada yang cukup buat bikin kemben tetep nyantol ditempatnya tanpa melorot.
Sgala macem obat, jamu, krem n lotion, suntik, operasi plastik, implan lemak mpe implan silikon
akhirnya jadi pilihan... miris memang...betapa manusia tidak pernah mensyukuri apa yang da dia dapetin dari Tuhan. Seringnya kita lupa, klo mungkin usaha kta buat mendapatkan (maaf) payudara nan besar menggoda itu, bukannya tanpa resiko. Coba tanya bang Google, brapa banyak perempuan sudah yang kehilangan (maaf) payudaranya bahkan sampai kehilangan nyawa, cuma karena obsesi yang satu ini? Padahal, payudara itu bener-bener aset yang berharga buat kaum hawa. Dari mulai skedar penyeimbang bentuk badan sampai jadi sumber ASI *catat: ini paling penting*
Dahsyat kan khasiatnya?
Yang menyedihkan aset (yang seharusnya) terhormat ini sering disalahgunakan sama oknum-oknum takberprikewanitaan, yang memanfaatkan aset nya yang satu ini untuk mencari uang. *sebenernya ini penting ga penting buat dibahas sik* #MIRISSEMIRISMIRISNYA
Kta juga sering ga peduli efek menyeramkan dari sgala macem hal yg kta pake sbagai proses pembesaran itu, dari mulai hilangnya sensitifitasnya #AHA... mpe kanker n tumor payudara yang da jadi momok super duper menyeramkan buat kaum hawa.
So, women.... mulai skarang, G rasa ga perlu lagi lah kta menghabiskan waktu buat skedar ngedapetin cup D nemplok d dada kta dengan cara-cara yang G sebutin d atas. Ga perlu diperbesar lagi, cukup dijaga supaya tetap bisa difungsikan dengan baik dan beroperasi dengan maksimal. Pendapat G *penting ga penting sik...*, yang perlu kta lakukan buat ngejaga n ngerawat aset kta yang satu itu ya olah raga n makan makanan yang berkualitas. SEKIAN.
Toh, gimanapun juga, mending kita mensyukuri apa yang da Tuhan kasi k kta daripada kta tarohan nyawa kan? It's all up to you, ladies...
Tapi apakah buat mencapai "pembesaran" itu harus menghalalkan sgala cara? N kayaknya kaum adam pun cukup punya andil besar dalam memotivasi kaum hawa u/membuat dada mereka terlihat lebih menggelembung.
Hayo ngaku!!!
Buat ilustrasi aja,
Adam: "aku sayang kmu apa adanya kmu, De. Smua yang ada didiri kmu bikin ak jatuh cinta"
Hawa: *tersipu-sipu*
Adam: *nanar memandangi seorang perempuan berdada besar yang tiba-tiba lewat dengan mulut stengah menganga*
Hawa: *miris...scara dada dia sgitu-gitunya aja*
Dengan kondisi kayak gitu, akhirnya para perempuan ini jadi tergerak u/melakukan apa aja demi mendapatkan lingkar dada yang cukup buat bikin kemben tetep nyantol ditempatnya tanpa melorot.
Sgala macem obat, jamu, krem n lotion, suntik, operasi plastik, implan lemak mpe implan silikon
akhirnya jadi pilihan... miris memang...betapa manusia tidak pernah mensyukuri apa yang da dia dapetin dari Tuhan. Seringnya kita lupa, klo mungkin usaha kta buat mendapatkan (maaf) payudara nan besar menggoda itu, bukannya tanpa resiko. Coba tanya bang Google, brapa banyak perempuan sudah yang kehilangan (maaf) payudaranya bahkan sampai kehilangan nyawa, cuma karena obsesi yang satu ini? Padahal, payudara itu bener-bener aset yang berharga buat kaum hawa. Dari mulai skedar penyeimbang bentuk badan sampai jadi sumber ASI *catat: ini paling penting*
"Menurut penelitian DepKes RI n WHO, pemberian ASI pada bayi usia 0 - 6 bulan, bisa membentuk kekebalan tubuh bayi yang diturunkan dari ibunya serta memperkuat hubungan psikologis antara ibu n anak"
Dahsyat kan khasiatnya?
Yang menyedihkan aset (yang seharusnya) terhormat ini sering disalahgunakan sama oknum-oknum takberprikewanitaan, yang memanfaatkan aset nya yang satu ini untuk mencari uang. *sebenernya ini penting ga penting buat dibahas sik* #MIRISSEMIRISMIRISNYA
Kta juga sering ga peduli efek menyeramkan dari sgala macem hal yg kta pake sbagai proses pembesaran itu, dari mulai hilangnya sensitifitasnya #AHA... mpe kanker n tumor payudara yang da jadi momok super duper menyeramkan buat kaum hawa.
So, women.... mulai skarang, G rasa ga perlu lagi lah kta menghabiskan waktu buat skedar ngedapetin cup D nemplok d dada kta dengan cara-cara yang G sebutin d atas. Ga perlu diperbesar lagi, cukup dijaga supaya tetap bisa difungsikan dengan baik dan beroperasi dengan maksimal. Pendapat G *penting ga penting sik...*, yang perlu kta lakukan buat ngejaga n ngerawat aset kta yang satu itu ya olah raga n makan makanan yang berkualitas. SEKIAN.
Toh, gimanapun juga, mending kita mensyukuri apa yang da Tuhan kasi k kta daripada kta tarohan nyawa kan? It's all up to you, ladies...

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.